Senin, 26 Oktober 2015

Doa Untuk Malam Ini

Tuhan, aku bahkan tidak tau apa rencanamu kembali kepada diriku yang hina ini. Besok, lusa atau sampai waktu yang memaksa terhenti sampai akhirnya jiwa ini merasa canggung dan tidak merasakan apapun, tapi pastikan aku untuk tetap tersenyum dengan banyaknya persoalan yang begitu rumit, usang, hingga rongga hati ini tidak bisa menampungnya kembali.
Bawalah aku, tuntunlah aku untuk menuju besok yang misteri. tidak meninggalkan aku untuk sendiri karena aku merasa takut Engkau akan melupakanku dengan begitu cepat dan hembus angin nantinya membawaku untuk runtuh, rapuh dan remuk. kehidupan yang engkau berikan padaku hari ini merupakan kado terbaik yang baru aku dapatkan. akankah besok aku merasakannya kembali Tuhan ?? 
Dari perjalanan yang panjang sampai hari ini, jam ini, detik ini air mataku menetes dengan begitu tenangnya. Tapi bukan itu sebenarnya yang kau inginkan, aku berusaha untuk mengerti makna dari diriku ini diciptakan. bukan untuk menangis, merenung bahkan lelah untuk menjalani segala jalan hidup yang sudah digariskan oleh-Mu Tuhan.
IBADAH..
Itulah salah satu dari sekian banyak tugas yang wajib dan harus aku kerjakan. maka dari itu Tuhan, sabarlah dengan caraku yang lambat ini dengan suasana hatiku yang selalu berubah. aku tidak akan menyakiti diriku sendiri dengan menyeberangi segala kebencian-Mu dan melewati garis yang telah Engkau batasi.
Terimakasih untuk semuanya, segalanya yang telah menciptakanku dari Rahim seorang wanita yang "Luar Biasa" ke dunia ini.

Kamis, 22 Oktober 2015

Dengan Kenyamanan, Percayalah Manusia Pasti Akan Merasa Bahagia

Suatu hari seorang wanita berusia 15 tahun terdiam merenungkan sesuatu. Dia begitu tenang sampai dia tidak tersadar air mata menetes perlahan membasahi pipinya yang merona. Apa yang dia pikirkan ? Apa yang dia renungkan ? Dan apa yang membuat dia sampai meneteskan air mata ??
Itu semua pertanyaan yang tidak terlalu penting, tetapi satu hal yang membuat saya penasaran "Apakah dia nyaman menjalani hidup ini ?" yaaa itulah pertanyaannya.
Dia perlahan mencurahkan isi hatinya kepada angin yang berhembus, desah dari angin tersebut memberikan simbol bahwa dia begitu nyaman untuk menjalani hidup ini. Sampai akhirnya aku percaya
Sahabat jadilah manusia yang bisa tenang, nyaman dalam menjalani segala sesuatu yang memberatkan hatimu sampai engkau merasa ingin menyerah. Tidak peduli kau merenung, terdiam hingga air matamu menetes untuk membasahi dunia ini teruslah untuk tetap tenang, tegar
dengan begitu kita merasa teman yang paling indah dalam hidup ini adalah "Kenyamanan".